Barcelona Telah Mengalami Musim Yang Terburuk Setelah 19 Tahun Ini

Barcelona Telah Mengalami Musim Yang Terburuk Setelah 19 Tahun Ini

Kini salah satu klub seperti klub Barcelona saat ini telah mengalami musim yang terburuk pada liga Spanyol ini 2019/2020 setelah melewati 19 tahun sejak era dengan pelatih Frank Rijkaard yang melihat cacatan gol yang di cetak oleh pemain Lionnel Messi dan juga tim nya

Dengan Blaugrana yang telah mencetyak 63 gol dalam 27 pertandingan yang di laluinya pada musim ini dengan memmbobolkan sebanyak 31 gol atau dengan gol rata rata 2 hingga 3 gol dalam satu kali berlaga

Dan torehan tersebut yang menjadikan klub asal  catul nya itu kini menjadi salah satu tim yang sangat subur pada La Liga musim ini , dan dengan tim yang sangat produktif ini di Liga Spanyol pada tahun 2019/2020 yaitu klub Real Madrid yang telah mencetak 49 kali gol dan juga saat ini sedang di susul oleh Real Sociedad yang telah mencetak 45 kali gol

Walapun dengan demikain dan juga kini menurut Opta dengan bedarsarkan laporan The World Game itu dengan cacatan menjadi salah satu rekor yang sangat terburuk oleh klub Barcelona itu ketika 27 laga sejak musim tahun 2007/2008 atau bisa dikatakan 19 tahun yang lalu  dan disaat klub Barcelona masih di latih oleh salah satu pelatih yaitu Rijkaard , dan pada saat di latih oleh Rijkaard Barcelona pernah mencetak hingga 52 kali gol dalam 27 kali pertandingan dan juga menjadi posisi kedua dibawa tim Real Madrid yang memiliki 59 gol

Dan pada musim berikutnya pada tahun 2008/2009 Barcelona juga pernah mencetak gol sebanyak 78 gol dalam 27 kali pertandingan  dan dengan  pertandingan yang 27 kali itu pada lima musim lalu belakangan ini klub Barcelona itu mengkoleksi gol di atas 69 gol

Didalam banyaknya gol yang di cetak oleh klub Barcelona itu adalah Lionnel Mesi dengan mencetak 19 kali gol dan juga Luis Suarez yang juga mencetak 17 kali gol dan langsung di susul oleh Antoine Griezmann dengan mencetak 8 kali gol

Dan kini Klub Barcelona ini telah mengalami musim yang kurang bagus pada tahun 2019/2020 dengan laga pembuka dan kalah dengan score 0-1 dari klub Athletic Bilbao dan tidak hanya itu saja Barcelona juga sangat tidak terlihat menjadi superior dihadapan kontestan La Liga lainnya

Barcelona juga kini dilatih oleh Quique Setein yang telah menorehkan 6 kemenamham dan telah menelan 2 kekalahan  sejak januari kemarin

Marcus Rashford Dan Paul Pogba Jadi Pemain Kunci Kesuksesan Manchester United

Marcus Rashford Dan Paul Pogba Jadi Pemain Kunci Kesuksesan Manchester United

Saat ini Manchester United bagaikan harimau yang tidak memiliki taring, rentetan catatan permainan yang sangat buruk membuat mereka harus mempertahankan 2 pemain kuncinya yang dapat membuat mereka bangkit.

Marcus Rashford  dan Paul Pogba merupakan 2 pemain kunci Manchester United

Marcus Rashford

Marcus Rashford sekarang menjadi titik fokus serangan yang dimiliki Manchester United. Marcus Rashford  telah membuat 19 gol dalam 29 penampilan bersama The Red Devils. Saat ini usianya 22 tahun juga telah menjadi seorang pemain terbaik pada lini depan United.

Marcus Rashford harus menjadi talenta untuk dapat membangun tim saat ini, walaupun harus dicarikan seseorang yang bisa mendukungnya juga dapat mengeluarkan yang terbaik yang ada pada Marcus Rashford.

Saat ini ia sudah membuat 200 penampilan bersama MAnchester United juga secara bertahap selalu dapat meningkatkan kemampuannya dalam assit dan mencetak gol. Sebab dengan hal itu Manchester United harus berusaha keras menajaga Marcus Rashford  dengan sangat baik, juga terutama saat ia mendapatkan masa jayanya bersama Manchester United.

Walaupun Manchester United membutuhkan pemain penyerang tengah yang berkelas, namun hal tersebut bukanlah suatu alasan untuk dapat mempengaruhi posisi Marcus Rashford  pada tim mengingat ia jauh lebih nyaman menjadi seorang penyerang sayap kiri bersama Manchester United.

Paul Pogba

Walaupun sering bersikap kontroversial bersama Manchester United, Paul Pogba merupakan pemain Manchester United yang memiliki bakat paling indah diantara pemain Manchester United yang lainnya. Walau saat ini keadaanya sedang di dera masalah pribadi dan juga cedera.

Paul Pogba baru tampil tujuh kali dikarenakan faktor cedera juga spekulasi yang menghubungkan dirinya dengan Real Madrid dan sepertinya tidak akan pernah berakhir sampai kapan waktu belum dapat menjawabnya.

Paul Pogba mampu bermain dalam berbagai peran juga pada kemampuan mencetak gol yang baik. Itu sangat penting bagi  Manchester United agar dapat mepertajamkan pada lini penyerangannya.

Kreativitas yang dibawa Paul Pogba tersebut juga belum dapat tertandingi untuk siapapundi Manchester United. Ketika mengatur untuk membangun Manchester United membutuhkan seorang pemain seperti Paul Pogba.

Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda

Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda

Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe merupakan tiga pemain bintang paling kotor dan keras pada permainannya dan mereka tercatat dalam sejarah juga menjadi legenda yang tak terlupakan.

Gennaro Gattuso

Gennaro Gattuso mantan pemain AC Milan dan pernah melatih AC Milan. Saat ini memang Gennaro Gattuso telah pensiun dari dunia sepak bola menjadi seorang pemain. Namun sekarang Gennaro Gattuso masih tetap berkecimpung di dunia sepak bola menjadi seorang pelatih sepak bola. Tahun 2017 sampai 2019 Gennaro Gattuso pernah melatih mantan klubnya yaitu AC Milan .

Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda
Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda

Melihat dari wajah Gennaro Gattuso saja sudah terlihat jelas betapa sangarnya pemain tersebut. Gennaro Gattuso temperamen dan kasar, ia menjadi seorang mengerikan di lapangan untuk para lawan bermainnya. Saat bertugas menjadi gelandang bertahan di AC Milan, siapa saja yang menjadi lawannya saat bertanding, juga seberapa tinggi dan besar lawan, Gennaro Gattuso tidak takut melawannya. Tidak hanya bertikai bersama pemain lawan pertandingan, namun juga pelatih lawan pernah dilakukannya.

Vinnie Jones

Vinnie Jones mungkin pada zaman sekarang lebih banyak dikenal anak-anak sebagai seorang aktor film. Namun sebelum menjadi seorang aktor Vinnie Jones lebih dulu berkarir menjadi pemain sepak bola. Vinnie Jones berawal karir menjadi pemain sepak bola bersama klub Wealdstone. Pada awal karir Vinnie Jones telah dipercaya bermain pada posisi tengah, sampai pada akhir karirnya menjadi pemain sepak bola, Vinnie Jones banyak dikenal sebagai pemain tengah tangguh dan handal.

Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda
Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda

Kehebatan yang sudah ditunjukkan oleh Vinnie Jones sering terlewat batas saat bermain. Banyak trik kotor Vinnie Jones lancarkan demi dapat menjaga timnya dari kekalahan saat berlaga. Vinnie Jones memiliki momen yang tidak akan pernah dilupakan saat kelamin Paul Gascoigne ditarik oleh Vinnie Jones. Walau sering melakukan gaya permainan kotor dan keras, juga ada yang menyukai gaya permainannya.

Pepe

Tidak perlu menilai pemain sepak bola dari sudut pandang pada tubuh kurus juga kecil. Sebagai bukti dapat melihat Pepe seorang pemain sepak bola dan beroperasi pada jantung pertahanan tim mempunyai tubuh kurus tetapi ia sangat kuat melawan musuhnya. Juga ditambah dengan permainan Pepe yang kasar dan kotor. Pepe tidak segan menjatuhkan siapa saja lawannya dengan berbagai cara agar lawannya jatuh.

Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda
Gennaro Gattuso, Vinnie Jones dan Pepe Pemain Bintang Sepakbola Paling Kasar dan Menjadi Legenda

Pepe memiliki kartu merah dan juga kuning merupakan hal biasa untuknya. Semua itu disebabkan dengan gaya bermainnya yang kasar dan juga kotor. Tidak terhitung sudah berapa pemain lawan telah menjadi korban Pepe. Saat bersama Los Blancos, Pepe  adalah pemain khusus mengawal ketat Lionel Messi bersama Barcelona. Messi saat dijaga Pepe selalu kesulitan untuk melewatinya saat bertanding. Tidak karena kalah beradu kemampuan juga teknik, namun disebabkan cara kotor dan kasar digunakan Pepe agar menghentikan permainan Lionel Messi.

Deschamps Beberkan Alasan Belum Panggil Benzema

Deschamps Beberkan Alasan Belum Panggil Benzema

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps menjelaskan mengapa dirinya belum juga memanggil Karim Benzema untuk memperkuat timnya sejauh ini. Pelatih yang sukses mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2018 untuk Prancis itu menilai bahwa kehadiran Benzema di skuat Les Bleus justru akan merusak keharmonisan tim yang telah dibangun selama ini.

Seperti diketahui, Benzema sebelumnya memang sempat menjadi andalan untuk mengisi sektor depan timnas Prancis. Akan tetapi, hal itu tidak terjadi lagi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan nama Benzema sama sekali tidak pernah terlihat lagi berada di daftar skuat timnas Prancis.

Tercatat penampilan terakhir Benzema bersama timnas Prancis terjadi di tahun 2015 lalu. Penyerang milik Real Madrid itu sejatinya diproyeksikan untuk menjadi juru gedor utama Prancis di ajang Piala Eropa 2016 lalu. Akan tetapi, hal itu urung terjadi setelah dirinya terlihat skandal dengan rekan satu timnya di timnas Prancis yakni Matthieu Valbuena.

Akibat skandal itu, Benzema sama sekali tidak pernah mendapatkan kesempatan lagi untuk tampil bersama negaranya. Meski demikian, rumor akan kembalinya Benzema di skuat timnas Prancis selalu dihembuskan oleh media, terutama kala Prancis bersiap tampil di ajang Piala Dunia 2018 lalu.

Namun kenyataannya Deschamps tetap tidak mengikutkan Benzema ke dalam skuat timnya dan lebih mempercayakan posisi penyerang utama kepada Olivier Giroud. Keputusan Deschamps ini bisa dibilang tepat karena pada akhirnya timya yang berhasil keluar sebagai juara dalam ajang yang berlangsung di Rusia tersebut.

Meski dalam ajang Piala Dunia lalu Giroud tak sekalipun mencetak gol ke gawang lawan, namun hal itu tetap tidak menggoyahkan keputusan Deschamps untuk membawa kembali Benzema ke dalam skuat timnya.

“Tidak adanya pemanggilan terhadap Benzema adalah murni tentang olahraga. Saya berkeyakinan bahwa kembali Benzema ke dalam skuat tidak akan berdampak baik bagi timnas Prancis,” ungkap Deschamps.

“Saya melihat skandal yang melibatkan dirinya dengan Valbuena, dengan cara yang saya pikir terbaik dan arti dari seragam ini, maka keputusan saya adalah tidak memasukkan nama Benzema ke dalam skuat ini,” pungkasnya.

Pochettino Berterima Kasih Kepada Seluruh Fans Spurs

Pochettino Berterima Kasih Kepada Seluruh Fans Spurs

Hasil yang amat sangat mengecewakan harus diraih oleh Tottenham Hotspur di pekan kedelapan Liga Inggris kala bertamu ke markas Brighton & Hove Albion di Falmer Stadium Sabtu malam WIB. Selain harus membawa pulang kekalahan 3-0 atas tuan rumah, Spurs juga harus kehilangan kapten mereka, Hugo Lloris yang mengalami cedera parah.

Melihat hal itu, manajer Spurs, Mauricio Pochettino mengakui hasil pertandingan dan cedera Lloris sangat berat untuk bisa diterima oleh klubnya dan seluruh fans. Meski demikian, pelatih berpaspor Argentina itu juga mengutarakan rasa terima kasihnya kepada seluruh fans Spurs yang tidak hentinya terus memberikan dukungan di pertandingan ini meski pertandingan tidak berjalan sesuai dengan harapan mereka.

Spurs yang sangat diunggulkan untuk bisa memetik tiga poin penuh justru sudah harus tertinggal di menit ketiga pertandingan setelah Neal Maupay sukses menggetarkan jala gawang Lloris melalui tandukannya.

Lima menit setelah gol dari Maupay, Spurs terpaksa harus melakukan pergantian pemain karena Lloris mengalami cedera. Penjaga gawang asal Prancis itu terlihat berteriak dengan keras ketika ia terjatuh saat ingin menangkap bola dengan posisi yang salah.

Posisi Lloris lantas digantikan oleh kiper kedua Spurs, Paulo Gazzaniga. Sayangnya, gawang Spurs justru harus kembali kebobolan sebanyak dua kali kala dikawal oleh Gazzaniga. Brighton sukses menambah dua gol melalui aksi dari Aaron Connolly di menit ke-32 serta 65. Kekalahan ini merupakan yang ketiga bagi Spurs di ajang Premier League musim kompetisi 2019-2020.

“Ini benar-benar pertandingan yang sangat sulit. Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah mengucapkan terima kasih kepada seluruh fans kami yang terus mendukung dan tetap berada disini bersama kami. Kami sangat menyadari perasaan mereka atas hasil yang sangat mengecewakan ini. Kami berbagi perasaan yang sama dengan mereka,” ucap Pochettino.

“Saat ini yang bisa saya lakukan adalah berterima kasih atas semua dukungan yang telah mereka berikan. Hasil ini tentu sangat mengecewakan. Hal yang sangat besar adalah ketika kami kehilangan Lloris dan juga kebobolan di menit ketiga. Setelah itu kami mendapatkan masalah yang tidak bisa diatasi sepanjang pertandingan,” tutupnya.