Roti merupakan salah satu makanan yang sangat cocok dijadikan menu sarapan pagi. Selain mengandung Karbohidrat yang tinggi, roti juga memiliki kandungan protein dan lemak serta memiliki vitamin B kompleks yang sangat menyehatkan tubuh.

Untuk membuat roti, ada tiga metode yang dapat kita gunakan, metode apa sajakah itu ?

Metode pertama dinamakan Sponge and Dough. Sponge sendiri merupakan langkah paling awal yang harus kalian lakukan sebelum membuat roti. Sponge sendiri jauh lebih pekat ketimbang ferment. Sponge yang sudah disiapkan akan diberi ragi dan didiamkan selama semalaman. Untuk perbandingan tepung terigu dan cairan yeast digunakan sama banyaknya. Metode ini biasa dipakai untuk membuat roti yang memiliki tekstur empuk.

Metode kedua yang dapat kalian gunakan adalah Ferment and Dough. Sebenarnya metode ini hampir sama dengan metode pertama. Perbedaannya hanya perbedaan jumlah bahan baku yang digunakan serta waktu yang dibutuhkan saat melakukan peragian. Ferment merupakan campuran daroi susu, yeast, gula dan terigu. Di Eropa sendiri, pembuatan dengan cara ini dalam waktu yang singkat disebut sebagai flying ferment. Untuk waktu peragian ditentukan sesuai dengan banyaknya yeast dan tepung yang dipakai.

Metode ketiga disebut sebagai Straigh Dough. Metode ini sedikit berbeda dengan kedua metode diatas. Metode ini tidak memerlukan proses Sponge ataupun Ferment. Semua bahan yang dibutuhkan langsung dicampurkan menjadi satu lalu diaduk hingga merata. Setelah merata, adonan akan ditutup menggunakan kain lembab demi mencegah kulit adonan menjadi keras.

Itu dia tiga metode dalam membuat roti, biasanya yang paling sering digunakan di Indonesia adalah metode ketiga. Penggunaan metode ketiga juga jauh lebih fresh karena langsung dimasak, berbeda dengan metode pertama dan kedua yang harus didiamkan dalam waktu yang cukup lama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *